Banjarbaru (ANTARA) - Wali Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan Erna Lisa Halaby menegaskan komitmen menghadirkan Sekolah Rakyat yang aman, nyaman, dan berkualitas guna memperluas akses pendidikan bagi anak-anak, khususnya dari keluarga kurang mampu.
"Pemkot Banjarbaru ingin setiap anak memperoleh lingkungan belajar aman, nyaman, berkualitas, serta mampu membentuk generasi Banjarbaru yang cerdas, berkarakter, dan berdaya saing," ujar Lisa di Banjarbaru, Sabtu.
Komitmen itu diwujudkan melalui pematangan kesiapan operasional Sekolah Rakyat Permanen Kota Banjarbaru menjelang dimulainya Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tahun ajaran 2026/2027.
Rombongan dalam peninjauan memeriksa perkembangan ruang belajar, dan fasilitas pendukung, lingkungan sekolah, hingga tiga unit asrama yang akan ditempati siswa. Penyelesaian asrama menjadi salah satu prioritas.
Lisa mengatakan, Sekolah Rakyat merupakan wujud nyata kehadiran pemerintah dalam memberikan akses pendidikan yang setara bagi seluruh anak melalui pembinaan karakter, kedisiplinan, dan kemandiriannya.
Selain pembangunan fisik, pemkot juga menyiapkan berbagai layanan pendukung, seperti pemeriksaan kesehatan, pendampingan psikologis, serta fasilitas asrama agar peserta didik dapat mengikuti proses belajar do lingkungan yang kondusif sejak hari pertama.
Sebagai rangkaian awal MPLS yang berlangsung pada 14-31 Juli 2026, seluruh siswa baru dijadwalkan hadir bersama orang tua pada 14 Juli untuk mengikuti registrasi dan Cek Kesehatan Gratis (CKG) difasilitasi Dinas Kesehatan Kota Banjarbaru.
Selanjutnya, Sentra Budi Luhur akan memberikan pendampingan psikologis kepada orang tua guna membantu kesiapan mental anak selama beradaptasi di lingkungan sekolah maupun asrama.
Program Sekolah Rakyat di Banjarbaru merupakan hasil kolaborasi Kementerian Sosial RI, Pemerintah Kota Banjarbaru, Sentra Budi Luhur, dan KemenPU sebagai bagian upaya menghadirkan layanan pendidikan yang inklusif, berkualitas, dan merata bagi seluruh anak.
Pewarta: Yose Rizal
Editor : Sukarli
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.