Jakarta -
Menjadi satu-satunya tunggal putri Indonesia yang rutin tampil di turnamen level Super 750 ke atas, membuat Putri Kusuma Wardani harus putar otak mencari teman latih tanding.
Terlebih menjelang turnamen Japan Open dan China Open yang akan berlangsung dua pekan ke depan.
"Kalau di dalam pertandingan sebenarnya agak kesulitan karena setiap pertandingan aku sendiri ya. Kayak enggak ada teman atau partner buat kayak tes lapangan atau latihan gitu. Ya agak sedikit kesulitan sih, cuma ya mau bagaimana lagi ya," ujar Putri saat ditemui di Pelatnas PBSI, Cipayung.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sepeninggal Gregoria Mariska Tunjung yang mengundurkan diri dari Pelatnas, Putri praktis menjadi satu-satunya tulang punggung tunggal putri yang bersaing di level atas. Ia berada di peringkat 6 dunia pekan ini.
Sementara dua juniornya, seperti Thalita Ramadhani Wiryawan (ranking 57 dunia) dan Ni Kadek Dhinda Amartya Pratiwi (74) masih jauh di peringkat bawah, sehingga turnamen yang mereka ikuti juga terbatas.
Sebagai satu-satunya andalan saat ini, Putri sadar minim partner selevel. Dia menyiasatinya dengan berlatih bersama pemain dari sektor lain. Pemain ganda putri dan ganda campuran jadi penyokongnya latihan selama ini.
"Paling biasanya Coach Iman (pelatih tunggal putri) kasih (bantuan) dari sektor ganda, kayak ganda putri ataupun mix double," kata Putri.
"Tapi seringnya ganda putri sih membantu, kayak 2 lawan 1. Terus pas game 2 lawan 1, gitu," lanjut pebulutangkis berusia 23 tahun ini.
Meski diakui tidak ideal, cara ini cukup membantu Putri menjaga ritme dan feeling bertanding sebelum terjun ke turnamen. Juara Korea Masters 2024 ini berharap kondisi ini tidak berlangsung lama. Ia menaruh harapan besar pada Thalita dan kawan-kawan.
"Harapan saya mereka saat diturunkan di turnamen Super 100 dan 300 itu juara, jadi bisa kayak mengumpulkan banyak poin. Enggak butuh kualifikasi lagi gitu loh, tapi langsung main ke babak utama," ujar Putri.
Dengan persiapan fisik dan teknik yang sudah ditambah sejak sebulan lalu, Putri kini fokus menatap Jepang Open mulai 14-19 Juli 2026.
"Ya, alhamdullilah untuk persiapan semua berjalan lancar. Dari teknik dan fisik sudah ditambahkan semua dari sebulan lalu," kata juara Orleans Masters 2022 ini.
(mcy/cas)