Nabire (ANTARA) - Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Nabire, Papua Tengah mencatat realisasi penerimaan pajak daerah mencapai Rp40 miliar pada semester I 2026 dan optimistis target tahun 2026 sebesar Rp100 miliar bakal terlampaui.
Kepala Bapenda Kabupaten Nabire Yusuf S. Pirade di Nabire, Sabtu, mengatakan pihaknya optimistis target penerimaan pajak dapat tercapai bahkan berpeluang melampaui target hingga akhir tahun karena seiring mulai berjalannya berbagai proyek pembangunan di wilayahnya.
Ia menjelaskan, target pendapatan asli daerah (PAD) Kabupaten Nabire tahun 2026 sebesar Rp105 miliar, yang terdiri atas target penerimaan pajak Rp100 miliar dan retribusi daerah Rp5 miliar yang dipungut organisasi perangkat daerah (OPD).
Ia menjelaskan, keoptimisannya dalam memenuhi target atau bahkan melampaui target karena saat Pemkab Nabire juga sudah mulai melakukan digitalisasi sistem pembayaran pajak.
Pihaknya menerapkan sistem pembayaran pajak secara digital bekerja sama dengan Bank Mandiri, BRI, dan BNI melalui layanan pembayaran elektronik yang terintegrasi.
Menurut dia, digitalisasi tersebut memudahkan masyarakat memenuhi kewajiban perpajakan tanpa harus datang ke loket pembayaran karena transaksi dapat dilakukan melalui berbagai kanal perbankan.
"Pembayaran pajak sekarang jauh lebih mudah. Masyarakat tidak perlu lagi mengantre di loket, bahkan dari rumah juga bisa melakukan pembayaran," ujarnya.
Selain meningkatkan kemudahan layanan, sistem pembayaran digital juga dinilai mampu memperkuat transparansi dan akuntabilitas pengelolaan penerimaan daerah, karena seluruh transaksi tercatat secara real-time dan langsung masuk ke rekening kas daerah.
Ia menambahkan penggunaan transaksi elektronik juga diharapkan dapat meminimalkan kesalahan pencatatan maupun potensi kebocoran penerimaan sehingga pengelolaan pajak daerah menjadi lebih efektif dan mendukung peningkatan PAD Kabupaten Nabire.
Selain itu, realisasi pajak pada semester I belum sepenuhnya mencerminkan potensi penerimaan karena sejumlah sektor penyumbang pajak masih belum optimal akibat proyek pembangunan yang sebagian besar belum berjalan.
Ia menyebutkan sektor dengan potensi penerimaan terbesar berasal dari pajak restoran, pajak makan dan minum, pajak mineral bukan logam dan batuan (MBLB), serta pajak hotel yang diperkirakan meningkat pada semester II seiring bertambahnya aktivitas pembangunan.
Pewarta: Ali Nur Ichsan
Editor : Evarianus Supar
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.