Sabtu, 11 Juli 2026 - 18:45 WIB

VIVA – Peristiwa besar demo mahasiswa pada akhir Agustus 2025 berujung kericuhan di sejumlah wilayah. 

Baca Juga

Salah satunya kericuhan di depan Markas Komando Brigade Mobil (Mako Brimob) Kwitang, Jakarta Pusat lantaran dipicu oleh insiden tewasnya seorang pengemudi ojek daring bernama Affan Kurniawan yang terlindas kendaraan taktis (rantis) Brimob.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Bahkan, terjadi pembakaran sejumlah kendaraan hingga gedung-gedung di sekitar wilayah Senen, Jakarta Pusat. 

Baca Juga

Setelah peristiwa tersebut, terdapat dua orang yang masuk dalam daftar pencarian orang hilang yaitu Muhammad Farhan Hamid dan Reno Syahputra Dewo.

Dua bulan kemudian, publik dikejutkan dengan adanya penemuan dua kerangka manusia dalam keadaan hangus terbakar di Gedung Astra Credit Companies (ACC) Kwitang, Senen.

Baca Juga

Seorang Polwan Ahli Forensik, Brigjen Pol Dr. dr Sumy Hastry Purwanti mengungkapkan sosok korban dari penemuan kerangka tersebut.

Awalnya, tim kepolisian menerima sejumlah nama orang yang dianggap hilang dari kejadian itu. 

Mendengar hal tersebut, tim Disaster Victim Identification (DVI) juga telah mengumpulkan data Antemortem (data sebelum kematian). Mulai dari ciri-ciri fisik, usia, hingga baju dan aksesoris yang terakhir dikenakan. 

Selain bertujuan untuk memastikan keadaan terakhir, langkah ini diambil sebagai bentuk persiapan menghadapi kemungkinan orang hilang tersebut menjadi korban dalam peristiwa demo.

Pada akhirnya, penemuan dua kerangka manusia di Kwitang ini memiliki kecocokan dengan data Antemortem yang sudah dikumpulkan.

Namun, untuk memastikan kembali jenazah dengan orang yang dinyatakan hilang, dibutuhkan sebuah tes kecocokan DNA.

“Dua bulan kemudian ketemulah, kan kita ada (data) nih dia pakai kalung ini, itu. Tapi untuk identifikasi primer, apalagi jenazah sudah tidak baik keadaannya memastikannya dengan DNA,” ungkap dr Sumy Hastry Purwanti pada tayangan YouTube Kick Andy Show.

Ahli Forensik, dr Sumy Hastry Purwanti

Photo :

  • Tangkapan Layar YouTube Kick Andy Show

Identifikasi primer bisa dilakukan dengan kecocokan dari gigi, sidik jari, atau DNA.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurut dr Hasty, pemeriksaan sidik jari sudah tidak mungkin dilakukan karena keadaan korban yang telah hangus terbakar.

“Waktu saya periksa jenazahnya, dari ciri-ciri jenazah kita periksa dia laki-laki, usia muda, terbakar memang karena api. Kenapa tidak tampak waktu itu? Api sudah berhenti dan mungkin berbaur dengan tumpukan kayu dari rumah,” jelas ahli forensik itu.

Halaman Selanjutnya

“Tapi setelah dua bulan dibersihkan lagi oleh pemilik gedung, kok ketemu pembusukkan, bau. Baru akhirnya dievakuasi,” sambungnya.