Kesempatan tersebut diperuntukkan bagi mereka yang memiliki profesi atau latar belakang pendidikan sebagai guru, guru agama, maupun bidan, karena tenaga tersebut masih dibutuhkan di kawasan transmigrasi
Pekalongan (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, membuka kesempatan bagi masyarakat yang ingin mengikuti program transmigrasi ke Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah (Sulteng).
Teknis Kebijakan Bidang Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Dinas Koperasi, UKM, dan Tenaga Kerja Kabupaten Pekalongan Sudiarto di Pekalongan, Sabtu, mengatakan program tersebut ditujukan untuk memberikan peluang kepada masyarakat agar memiliki kehidupan yang lebih baik melalui pengembangan sektor pertanian dan perkebunan.
"Program ini menjadi kesempatan bagi masyarakat yang ingin meningkatkan taraf hidup. Di lokasi transmigrasi nantinya peserta akan memperoleh lahan untuk dikelola, sehingga diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan keluarga," katanya.
Menurut dia, calon peserta harus merupakan penduduk wilayah setempat yang dibuktikan dengan KTP, berusia paling tinggi 48 tahun, telah berkeluarga, memiliki minat di bidang pertanian maupun perkebunan, serta tidak memiliki tanggungan utang.
Baca juga: Wamentrans: Program Kementerian Transmigrasi kembangkan produk lokal
Meski demikian, kata dia, masyarakat yang belum menikah juga dapat mendaftar dengan persyaratan tertentu.
"Kesempatan tersebut diperuntukkan bagi mereka yang memiliki profesi atau latar belakang pendidikan sebagai guru, guru agama, maupun bidan, karena tenaga tersebut masih dibutuhkan di kawasan transmigrasi," katanya.
Ia mengatakan pemerintah telah menyiapkan berbagai fasilitas bagi peserta calon transmigrasi yang lolos seleksi, seperti memperoleh rumah tinggal, lahan seluas dua hektare, peralatan rumah tangga, perlengkapan bertani, bibit tanaman, pupuk, hingga bantuan jaminan hidup selama satu tahun.
"Bagi masyarakat yang berminat, silakan datang langsung ke Dinas Koperasi, UKM, dan Tenaga Kerja dengan membawa persyaratan administrasi. Pendaftaran dibuka hingga akhir Agustus 2026, selanjutnya akan dilakukan proses seleksi," katanya.
Baca juga: Kementrans ajak Kemendikdasmen sinergikan program TEP-Relawan Mengajar
Pewarta: Kutnadi
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.