Jakarta, CNBC Indonesia - Gigitan nyamuk sangat dihindari karena dapat menyebabkan gatal dan bekas gigitan yang mengganggu estetika di kulit. Ada berbagai mitos yang dipercaya masyarakat, yang mana salah satunya berupa anggapan bahwa nyamuk lebih menyukai orang dengan golongan darah O.

Guru Besar Sekolah Kedokteran Hewan dan Biomedis (SKHB) IPB University, Prof drh Upik Kesumawati menjelaskan bahwa ternyata anggapan tersebut memiliki dasar ilmiah. Namun bukan tidak berarti golongan darah lain terbebas dari gigitan nyamuk.

Prof Upik mengungkapkan, penelitian di Jepang pada tahun 2004 menemukan nyamuk lebih sering mengisap darah individu bergolongan darah O dibandingkan golongan darah lainnya.

Disebutkan bahwa, orang yang bergolongan darah O mempunyai senyawa-senyawa volatil yang lebih banyak dibandingkan orang yang bergolongan darah A. Misalnya menghasilkan asam laktat atau karbon dioksida (CO2) lebih banyak, sehingga lebih mudah dideteksi oleh nyamuk.

Meskipun demikian, semua orang dengan berbagai jenis golongan darah tetap berpotensi digigit nyamuk.

"Siapa pun bisa dihisap darahnya, hanya saja ada kecenderungan golongan darah O lebih disukai," ujarnya dalam IPB Podcast yang tayang di kanal YouTube IPB TV, mengutip website resmi IPB, dikutip Minggu (12/7/2026).

Nyamuk malaria. (Dok. Pixabay)Nyamuk malaria. (Dok. Pixabay) Foto: Nyamuk malaria. (Dok. Pixabay)

Prof Upik juga meluruskan anggapan bahwa darah merupakan makanan utama nyamuk. Darah sangat dibutuhkan nyamuk betina untuk proses reproduksi dan pematangan telur.

"Darah yang dihisap nyamuk dibutuhkan untuk reproduksi, bukan sebagai makanan utama," jelasnya.

Ternyata, tidak semua nyamuk mengisap darah. Hanya nyamuk betina yang membutuhkan darah untuk bertelur, sedangkan nyamuk jantan memperoleh energi dari cairan tanaman dan nektar bunga.

Ia melanjutkan, selain golongan darah, warna pakaian juga memengaruhi ketertarikan nyamuk. Menurutnya, pakaian berwarna gelap cenderung menyerap panas sehingga membuat tubuh lebih hangat dan menarik bagi nyamuk.

"Nyamuk menyukai kondisi hangat dan lembap. Karena itu orang yang menggunakan pakaian gelap lebih sering didatangi nyamuk," katanya.

Di sisi lain, Ia juga menepis mitos bahwa nyamuk dapat menularkan HIV/AIDS. Menurutnya, meskipun nyamuk dapat mengisap darah penderita HIV, virus tersebut tidak berkembang di dalam tubuh nyamuk dan akan mati dalam waktu singkat sehingga tidak dapat ditularkan kembali kepada manusia.

Untuk mencegah gigitan nyamuk, Prof Upik mengajak untuk menerapkan program 3M Plus dengan menguras, menutup, dan mendaur ulang barang yang berpotensi menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk, serta menyarankan penggunaan losion antinyamuk, pakaian tertutup, dan kelambu.

(rob/wur)

Add

as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]