Surabaya (ANTARA) - Menteri Transmigrasi Republik Indonesia Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara mendorong konten kreator memasarkan produk kawasan transmigrasi melalui ekosistem digital guna memperluas pasar dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat transmigran.
"Transmigrasi hari ini bukan lagi sekadar pemindahan orang, tetapi bagaimana kita menciptakan ekosistem ekonomi yang baru," kata Iftitah disela kegiatan FYC Fest - Festival Ekosistem Digital di Surabaya, Sabtu.
Ia menjelaskan, Kementerian Transmigrasi mengembangkan konsep transmigrasi digital dengan membangun ekosistem ekonomi secara menyeluruh, mulai dari pengembangan sumber daya manusia, pendampingan, pemanfaatan teknologi, hingga pembukaan akses pasar bagi produk kawasan transmigrasi.
Menurut dia, kawasan transmigrasi memiliki potensi besar yang tidak hanya berasal dari sektor pertanian, tetapi juga perkebunan, pertambangan, migas, hingga pariwisata yang dapat dikembangkan melalui kolaborasi pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan pelaku ekonomi digital.
Baca juga: Mentrans: Kawasan transmigrasi disiapkan jadi pusat ekonomi baru
Pemerintah, lanjutnya, juga memperkuat pendampingan masyarakat melalui perguruan tinggi dengan menerjunkan 2.000 peneliti dari tujuh kampus pada tahun lalu.
Tahun ini, kata dia, sebanyak 1.476 peserta dari 10 perguruan tinggi terbaik bersama 143 perguruan tinggi lokal akan melaksanakan riset, pendampingan, serta pemberdayaan masyarakat di kawasan transmigrasi.
Lebih lanjut, ia menilai konten kreator dan pelaku affiliator dapat menjadi bagian dari rantai pemasaran produk transmigrasi sehingga nilai jual komoditas meningkat dan kesejahteraan masyarakat ikut terdongkrak.
"Kita nanti akan bekerja sama, para transmigran juga menjadi konten kreator dan menjadi affiliator," ujarnya.
Ia mencontohkan komoditas mangga asal Jawa Timur memiliki kualitas yang mampu bersaing di pasar internasional, namun hingga kini belum dapat menembus pasar Jepang akibat kendala hama lalat buah.
Baca juga: Mentrans sebut ukuran sukses transmigrasi kini kesejahteraan
Oleh karena itu, pihaknya akan menggandeng Badan Karantina Nasional dan Kementerian Pertanian untuk mengatasi hambatan tersebut agar peluang ekspor semakin terbuka dan harga jual di tingkat petani meningkat.
Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak mengatakan perkembangan teknologi digital harus dimanfaatkan untuk memperkuat produktivitas daerah, bukan sekadar menjadikan masyarakat sebagai konsumen produk.
Menurut Emil, Jawa Timur yang memiliki nilai perekonomian lebih dari Rp3.000 triliun per tahun memiliki peluang besar menjadi penghubung antara daerah asal dan tujuan transmigrasi melalui penguatan jejaring usaha dan pemanfaatan teknologi digital.
"Kalau kita menjadi pasar tapi tidak menjadi produsen, maka digitalisasi itu akan lebih banyak menyebabkan kita menyerap barang dari luar ketimbang mendorong peningkatan produktivitas di Jawa Timur," katanya.
Baca juga: Mendes ajak desa manfaatkan digitalisasi promosikan produk lokal
Ia mengatakan pelaku usaha di Jawa Timur didorong menjadi off-taker bagi produk kawasan transmigrasi sehingga terbentuk sinergi ekonomi yang saling menguntungkan antardaerah.
Selain itu, Pemprov Jawa Timur terus memperluas konektivitas digital melalui pengurangan wilayah blank spot bekerja sama dengan Telkom Group dan pemanfaatan program Universal Service Obligation (USO) agar akses internet semakin merata hingga daerah terpencil.
Emil menambahkan paradigma transmigrasi saat ini telah berubah menjadi pembangunan ekosistem ekonomi antardaerah yang saling terhubung melalui teknologi digital.
"Sehingga mampu menciptakan pusat-pusat pertumbuhan baru dan memperkuat perekonomian nasional," tuturnya.
Pewarta: Indra Setiawan/Naufal Ammar Imaduddin
Editor: Junaydi Suswanto
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.