Jakarta (ANTARA) - Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita meyakini Indonesia memiliki potensi kuat untuk menjadi pemain utama dalam pengembangan bioenergi berbasis kelapa sawit melalui inovasi, hilirisasi, dan kerja sama internasional dengan Rusia serta negara-negara di kawasan Eurasia.

“Melalui inovasi, hilirisasi, dan kerja sama internasional, kami ingin menjadikan industri sawit tidak hanya sebagai penggerak ekonomi nasional, tetapi juga sebagai bagian dari solusi menuju ketahanan energi dan pembangunan industri yang berkelanjutan," ujar Menperin dalam pernyataannya yang dikonfirmasi dari Jakarta, Sabtu.

Adapun pada 7 Juli, Indonesia berpartisipasi dalam forum bertema Palm Oil and the Future of Sustainable Energy di perhelatan INNOPROM 2026, Ekaterinburg, Rusia.

Baca juga: Kemenperin upayakan penguatan investasi dan alih teknologi perkapalan

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) meyakini forum tersebut mencerminkan komitmen pemerintah untuk memperluas akses pasar industri nasional melalui kemitraan global.

Lebih lanjut, di tengah meningkatnya kebutuhan dunia terhadap energi yang lebih bersih, Indonesia menurutnya menawarkan pengalaman dan kapasitas industri dalam mengembangkan bioenergi berbasis kelapa sawit sebagai peluang kerja sama yang saling menguntungkan.

Direktur Jenderal Ketahanan, Perwilayahan, dan Akses Industri Internasional (KPAII) Kementerian Perindustrian RI Tri Supondy menyampaikan bahwa forum tersebut menjadi kesempatan penting untuk menunjukkan perkembangan industri sawit Indonesia yang kini tidak lagi hanya berorientasi pada komoditas ekspor.

Sebagai produsen kelapa sawit terbesar di dunia kata Tri, Indonesia memanfaatkan forum tersebut untuk memperlihatkan kesiapan industrinya dalam mendukung transisi energi global. Salah satu program strategis yang diperkenalkan adalah penerapan mandatori biodiesel B50 yang mulai berlaku pada Juli 2026.

Selain itu, Indonesia juga memperkenalkan berbagai kebijakan pendukung keberlanjutan industri sawit, mulai dari program peremajaan kebun rakyat, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, hingga pengembangan teknologi industri biodiesel.

Pemerintah juga terus memperkuat penerapan sistem sertifikasi Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) guna memastikan produksi kelapa sawit nasional memenuhi standar keberlanjutan global dan semakin kompetitif di pasar internasional.

Baca juga: Menperin tegaskan RI bukan hanya pasar tapi mitra pemajuan industri

Baca juga: HKI siap fasilitasi lahan dan perizinan investor Rusia di RI

Pewarta: Ahmad Muzdaffar Fauzan
Editor: Evi Ratnawati
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.