Istanbul (ANTARA) - Kapal tanker gas alam cair (LNG) dan kapal komersial lainnya terus melintasi Selat Hormuz meski terjadi peningkatan serangan antara Iran dan AS serta serangan terhadap kapal dagang di jalur perairan strategis tersebut, Jumat (10/7).

Setidaknya lima kapal pengangkut LNG yang berlayar tanpa muatan memasuki selat dalam beberapa hari terakhir, menurut data pelacakan kapal.

Kapal-kapal tersebut termasuk GasLog Shanghai, yang dioperasikan oleh perusahaan pelayaran Yunani GasLog, dan empat kapal yang terkait dengan QatarEnergy: Al Samriya, Al Dafna, Al Gattara, dan Al Rayyan.

Pergerakan tersebut menunjukkan bahwa beberapa operator LNG mengembalikan kapal kosong ke Teluk Persia untuk memuat kargo baru meskipun risiko keamanan meningkat.

Sebanyak 22 kapal yang terkait dengan Jepang keluar dari selat antara 7 Juli dan 9 Juli, termasuk enam kapal tanker minyak mentah besar, kata Menteri Transportasi Jepang Yasushi Kaneko dalam konferensi pers.

Perusahaan intelijen maritim Windward mencatat 35 penyeberangan kapal pada 8 Juli, terdiri dari 17 transit masuk dan 18 transit keluar.

Lalu lintas masuk mencakup enam kapal tanker, dua kapal pengangkut curah, dan sembilan kapal kargo umum, sementara lalu lintas keluar mencakup lima kapal tanker, lima kapal pengangkut curah, dan delapan kapal kargo.

Sebagian besar kapal menggunakan koridor utama yang lebih dekat ke Iran. Dari 35 kapal, 11 di antaranya beroperasi tanpa mengirimkan sinyal Sistem Identifikasi Otomatis (AIS) selama periode pemantauan, menurut Windward.

Windward mengatakan 861 kapal kargo dan tanker tetap berada di Teluk Persia pada penilaian terbarunya, dengan 112 kapal beroperasi tanpa sinyal AIS.

Risiko pelayaran komersial meningkat setelah serangan Iran terhadap kapal yang melintasi selat tersebut memicu serangan baru AS terhadap target di dalam Iran.

Teheran kemudian melancarkan serangan terhadap target yang terkait dengan AS di Bahrain dan Kuwait, yang secara efektif mengakhiri gencatan senjata yang dicapai bulan lalu.

AS juga mencabut pengecualian 60 hari yang mengizinkan penjualan minyak Iran, memulihkan penegakan sanksi penuh karena ekspor minyak mentah Iran diperkirakan sekitar 1 juta barel per hari.

Windward mengatakan sekitar 24 kapal tanker sedang menunggu di dekat terminal ekspor Pulau Kharg Iran, dan sebagian besar diyakini telah terisi penuh.

Selat Hormuz adalah salah satu jalur energi terpenting di dunia, yang mengangkut ekspor minyak dan LNG dari produsen utama Teluk, termasuk Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Kuwait, dan Qatar.

Sumber: Anadolu

Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Kapal tanker LNG tetap lintasi Selat Hormuz di tengah konflik AS-Iran

Pewarta: Cindy Frishanti Octavia
Editor : Debby H. Mano

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.