JIKF 2026 diharapkan mendongkrak ekonomi pariwisata

Minggu, 12 Juli 2026 11:31 WIB

Image Print

Pengunjung mengamati layang-layang yang diterbangkan saat Jogja International Kite Festival (JIKF) 2026 di Pantai Prangkusumo, D.I Yogyakarta, Sabtu (11/7/2026). Festival layang-layang internasional yang diselenggarakan 11-12 Juli 2026 tersebut diikuti 32 klub layang-layang dari berbagai daerah di Indonesia dan delegasi dari 17 negara. ANTARA/Rahid Putra Laksana (ANTARA FOTO/Rahid Putra Laksana)

Bantul (ANTARA) - Bupati Bantul Abdul Halim Muslih menyebut ajang Jogja International Kite Festival (JIKF) 2026 diharapkan menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi melalui sektor pariwisata di Kabupaten Bantul.

"Festival layang-layang internasional ini bukan sekadar unjuk kebolehan dan kreativitas merangkai serta menerbangkan layang-layang. Kami berharap acara ini menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi, terutama dari sektor pariwisata," kata Abdul dalam sambutan yang dibacakan Sekretaris Daerah Kabupaten Bantul Agus Budi Raharjo, Sabtu.

Abdul mengatakan sektor pariwisata memiliki multiplier effect yang mampu menggerakkan perekonomian masyarakat dari berbagai lapisan.

"Pantai Parangkusumo juga memiliki potensi besar sebagai destinasi wisata dan masih menjadi kawasan pantai selatan yang masuk dalam top of mind pariwisata Daerah Istimewa Yogyakarta," katanya.

Hal itu sejalan dengan pandangan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X yang menyebut festival tidak hanya menjadi ajang budaya, tetapi juga harus mampu memberikan manfaat bagi masyarakat.

"Kebahagiaan sebuah festival menjadi sempurna ketika meninggalkan kesan baik, menggerakkan ekonomi lokal, dan tetap menjaga kelestarian alam," kata Sultan dalam sambutan yang dibacakan Kepala Dinas Pariwisata DIY Imam Pratanadi.

Ratih pemilik salah satu kios di kawasan pantai, mengatakan penyelenggaraan festival juga dirasakan pelaku usaha di kawasan Pantai Parangkusumo ini berdampak ke jumlah pengunjung selama festival lebih ramai dibanding akhir pekan biasa.

"Kalau ada festival seperti ini, dibanding weekend biasa lebih ramai. Omzet bisa naik sampai sekitar 50 persen," kata Ratih.

Ketua Panitia JIKF 2026 Anang Sarjiyanto mengatakan festival tersebut memang dirancang tidak hanya menghadirkan atraksi layang-layang, tetapi juga memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

"Kami percaya bahwa sebuah festival yang hebat bukan hanya menghadirkan tontonan, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat melalui peningkatan ekonomi lokal, terbukanya peluang usaha, serta berkembangnya sektor pariwisata," katanya.

Puncak penyelenggaraan JIKF 2026 digelar di Pantai Parangkusumo, Bantul setelah diawali rangkaian Road to JIKF berupa kompetisi daerah di Banaran, Kulon Progo, workshop dan edukasi layang-layang, pameran, kunjungan budaya, city tour, promosi destinasi wisata, serta kegiatan pemberdayaan masyarakat.

Festival tahun ini diikuti 32 klub layang-layang dari berbagai daerah di Indonesia dan delegasi dari 17 negara.

Pewarta : Wening Caya Ing Tyas
Editor: Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2026