Pemain Norwegia Erling Haaland melakukan selebrasi seusai mencetak gol ke gawang Brasil dalam pertandingan babak 16 besar Piala Dunia FIFA 2026 antara Brasil dan Norwegia di New Jersey, AS, Senin (6/7/2026) WIB. Norwegia mengalahkan Brasil dengan skor 2-1.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pendukung Manchester City yang juga fans timnas Inggris diliputi perasaan campur aduk menjelang laga tim negara mereka di perempat final Piala Dunia FIFA 2026 melawan Norwegia. Inggris akan meladeni Norwegia di Stadion Miami, Florida, Amerika Serikat, Ahad (12/7/2026) pagi WIB.

Di satu sisi, mereka ingin The Three Lions melaju ke semifinal. Namun di sisi lain, mereka sangat memahami betapa berbahayanya Erling Haaland, mesin gol yang selama ini menjadi andalan City.

Penyerang berusia 25 tahun itu sedang menikmati performa terbaiknya. Sejak bergabung dengan Manchester City pada 2022, Haaland telah mengemas 105 gol dalam 120 pertandingan Liga Primer Inggris.

Ketajamannya juga berlanjut di Piala Dunia 2026 dengan torehan tujuh gol dari empat pertandingan, termasuk dua gol saat Norwegia menyingkirkan Brasil.

Dengan koleksi tersebut, Haaland kini bersaing dengan Lionel Messi dari Argentina, Kylian Mbappe dari Prancis, dan kapten Inggris Harry Kane dalam perebutan gelar top skor Piala Dunia.

Presenter Manchester City di BBC Radio Manchester, Emily Brobyn, mengaku sangat memahami ancaman yang dibawa Haaland.

"Dia kejam, cepat, dan sedang berada dalam performa terbaiknya. Ketika pertama kali datang ke Manchester City, saya benar-benar tidak percaya dengan apa yang saya lihat. Dia adalah penyerang yang sangat ganas dan selalu mengancam di depan gawang lawan," ujar Brobyn.

Menurut Brobyn, hal yang paling mengkhawatirkan bagi pendukung Inggris adalah kemampuan Haaland melepaskan diri dari kawalan bek dan keberaniannya menyelesaikan peluang.

Ia menilai Inggris harus mampu memutus kerja sama antara Haaland dan kapten Norwegia Martin Odegaard, yang selama ini menjadi kreator utama serangan tim Skandinavia tersebut.

"Dia berkembang lewat kombinasi umpan-umpan pendek dan bola-bola dari sisi lapangan maupun tengah. Odegaard adalah kuncinya. Jadi, Inggris harus memutus hubungan mereka atau berdoa," katanya sambil berseloroh.