Jakarta (ANTARA) - Direktur Eksekutif Celios Bhima Yudhistira Adhinegara Bhima Yudhistira Adhinegara menilai pembenahan infrastruktur dan kualitas investasi merupakan faktor penting agar Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) dapat berjalan optimal.

“Lebih baik sebenarnya pembenahan infrastruktur dan juga dari sisi kualitas investasinya yang padat karya yang perlu didorong,” kata Bhima saat dihubungi di Jakarta, Sabtu.

Hal ini menyusul rencana pembentukan enam KEK baru yang saat ini masih menunggu persetujuan peraturan pemerintah (PP) beberapa waktu lalu.

Menurut Bhima, penting bagi pemerintah untuk juga mengoptimalkan KEK yang sebelumnya sudah dibentuk, agar dampak ekonomi secara umum bisa lebih terasa.

Baca juga: Pemerintah catat realisasi investasi KEK capai Rp353,5 triliun

Hal ini mengingat KEK sendiri merupakan kebijakan strategis pemerintah sebagai pengembangan pusat pertumbuhan ekonomi, pemerataan ekonomi nasional, mendukung industrialisasi, dan memperbesar penyerapan tenaga kerja di Indonesia.

Dengan kinerja KEK eksisting yang lebih optimal, diharapkan ketertarikan investasi dari luar negeri juga akan berkembang.

“Sebenarnya yang harus dilengkapi itu dari segi efisiensi birokrasinya, kemudian pemberantasan pungli (pungutan liar) di dalam KEK ataupun di luar dari KEK, kemudian kepastian suplai dari sisi bahan baku dan bahan bakar atau energi,” kata Bhima.

“Itu yang menurut saya lebih penting dan menarik. KEK seperti di Vietnam, di Shenzhen, China, itu kuncinya di sana. Atau seperti di Malaysia, KEK-nya fokus untuk relokasi industri high tech, seperti industri chip manufacturing,” ujarnya menambahkan.

Pewarta: Arnidhya Nur Zhafira
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.