Garut -

Curhatan wisatawan yang liburan di Situ Bagendit jadi viral di media sosial. Dia mengeluh apa-apa mesti bayar di destinasi itu, padahal tempatnya nyaman.

Keluhan itu disampaikan oleh seorang wisatawan dari Jakarta melalui akun TikTok pribadinya dengan nama @ishtobir. Dalam unggahannya, pemilik akun TikTok tersebut menyebut dirinya harus merogoh kocek terus-menerus saat liburan ke Situ Bagendit.

"Gua orang Jakarta yang tinggal di Garut. Udah berapa kali ya ke sini, ke Situ Bagendit. Tempatnya sih nyaman, tapi apa-apa bayar," ungkapnya dalam sebuah video yang diunggah di TikTok pada Minggu (5/7).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tidak hanya fasilitas rekreasi seperti tempat duduk bertikar yang harus dibayar, pemilik akun juga menyebut wisatawan juga harus mengeluarkan uang untuk bisa masuk ke toilet.

"Toilet aja bayar. Ngapain ada tiket masuk. Tiket masuk Rp 15 ribu, ke toilet bayar. Terus mau duduk di sana, bayar juga," katanya.

Namun dia mengaku memaklumi jika ada beberapa fasilitas berbayar di Situ Bagendit, salah satunya sepeda air angsa atau rakit. Namun, ia menyayangkan wisatawan masih harus merogoh kocek lagi hanya untuk ke toilet.

"Bukan masalah dua ribunya, gocengnya, tapi tiket masuk buat apa," kata pria tersebut.

Video keluhan warganet terhadap fasilitas berbayar di Situ Bagendit itu ramai dibahas di TikTok. Sejak diunggah, videonya ditonton oleh puluhan ribu pengguna TikTok dan mendapat beragam reaksi.

"Tiket masuk murah... pas masuk sagala mayar jadi hoream," kata @Im*****.

"Lama lama sepi pengunjung klo apa apa bayar boss," kata @Ma******.

Menanggapi keluhan warganet tersebut, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Garut Beni Yoga mengaku akan melakukan penelusuran.

"Saya konfirmasi ke UPTD," ungkap Beni singkat saat dimintai konfirmasi.

Namun sampai sekarang belum ada update apa-apa dari penelusuran Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Garut atas keluhan wisatawan tersebut.

Fasilitas 'apa-apa bayar' di Situ Bagendit sebenarnya telah lama menjadi sorotan warga. Beberapa waktu lalu, Wakil Bupati Garut, Putri Karlina juga menemukan fakta tersebut ketika melakukan sidak ke Situ Bagendit.

Saat itu, Putri meminta agar pengelola tidak menerapkan tarif di toilet Situ Bagendit karena sudah termasuk fasilitas yang didapat pengunjung setelah membayar tiket masuk. Namun faktanya, hari ini hal tersebut masih ditemukan.

-------

Artikel ini telah naik di detikJabar.

(wsw/wsw)