Kabupaten Tangerang (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang, Banten, terus melakukan proses pendinginan pada sejumlah titik kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Mauk, meski pengendalian kebencanaan telah berhasil ditangani selama 11 hari.

Kepala BPBD Kabupaten Tangerang Achmad Taufik di Tangerang, mengatakan hingga Sabtu (11/7) petugas masih melanjutkan proses pendinginan di lokasi, untuk mencegah munculnya kembali titik api maupun kepulan asap.

"Pemadaman lewat darat yang dilakukan Unit Damkar BPBD tetap dilakukan penyiraman dibantu petugas DLHK (Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan) dalam upaya mengantisipasi jangan ada lagi timbul api atau asap baru selama empat hari ke depan," ujar Achmad.

Ia mengatakan, kebakaran yang melanda hingga 15 hektar itu kini telah berhasil dilakukan pengendalian hingga mencapai 100 persen.

Dimana, selama proses pemadaman, BPBD mengerahkan personel dan armada pemadam, serta mendapat bantuan berupa empat helikopter water bombing untuk mempercepat penanganan kebakaran, terutama di bagian atas pada gunungan sampah.

Achmad mengatakan seiring dengan kondisi tersebut, tidak ada lagi warga yang harus mengungsi akibat asap yang ditimbulkan oleh kebakaran.

"Pada Jumat, 10 Juli 2026 sekitar pukul 14.00 WIB, kondisi TPA Jatiwaringin sudah padam dan sudah tidak ada warga yang dievakuasi," tuturnya.

Dia menyebut, warga di sekitar TPA tidak lagi diwajibkan menggunakan masker. Meskipun begitu, petugas kesehatan masih disiagakan untuk memantau kondisi warga. "Petugas kesehatan tetap stay," kata dia.

Sementara itu, Kepala Bidang Pengendalian Taktis dan Evaluasi Operasi BNPB, Riswandi mengatakan, pihaknya tetap menyiagakan dukungan personel dan armada udara untuk membantu penanganan kebakaran apabila dibutuhkan oleh pemerintah daerah.

"Jadi armada-armada kami, udara, bila dibutuhkan oleh Pak Bupati atau kepala daerah lain untuk pemadaman kebakaran hutan dan lahan maupun TPA, kami siap ‎membantu," katanya.

BNPB mengingatkan kepada seluruh pemerintah daerah yang memiliki tempat pemrosesan akhir sampah untuk meningkatkan langkah mitigasi selama musim kemarau.

"Dan juga ke depan, ini juga sebuah pembelajaran buat kita semua yang mempunyai area atau yang mempunyai TPA-TPA untuk memitigasi potensi kebakaran seperti yang terjadi di sini. Mulai untuk pembasahan dan lain sebagainya karena cuaca menurut perkiraan BMKG ini sangat panas dan ekstrem," kata dia.

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.