Jakarta, CNN Indonesia --

Iran bersikeras bahwa pihaknya telah 'menepati janji' atau tak melanggar perjanjian gencatan senjata dengan Amerika Serikat (AS). Komentar ini muncul di tengah perseteruan lanjutan antara kedua negara.

"Iran sejauh ini telah menepati janjinya, tidak seperti yang disebut Menteri Keuangan AS yang melanggar Pasal 9 MoU," ujar Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi, Sabtu (11/7), melansir AFP.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pasal tersebut menyatakan bahwa Iran akan mempertahankan status quo program nuklirnya saat ini. Sementara AS disebut tidak akan memberlakukan sanksi baru dan tak akan mengerahkan pasukan tambahan di kawasan tersebut sambil menunggu kesepakatan terakhir.

"Pelanggaran itu mengikuti pelanggaran dan kesalahan lain oleh Amerika Serikat. Realitanya, hanya ada kepatuhan timbal balik," tambah Araghchi.

Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa gencatan senjata antara kedua negara telah terakhir. Komen ini menjadi titik terendah terbaru dalam hubungan antara kedua negara.

Pilihan Redaksi

  • Iran Ancam Israel jika Berani Serang: Tak Akan Aman dari Kami
  • Trump: AS-Iran Berunding Lagi, Tapi Tegaskan Gencatan Senjata Berakhir
  • AS Jatuhkan Sanksi Baru bagi 'Donatur' Mojtaba Khamenei

"Iran telah meminta kami untuk melanjutkan perundingan. Kami telah setuju untuk melakukannya, tetapi AS dengan tegas mengatakan bahwa gencatan senjata telah berakhir," ujar Trump.

Trump juga merespons kabar tentang rencana pembunuhan yang menargetkan dirinya. Dalam sebuah unggahan di Truth Social, Trump mengancam akan menghancurkan Iran jika negara tersebut berhasil membunuhnya.

"1.000 rudal telah siap dan diarahkan ke Iran, dengan ribuan rudal lainnya akan segera menyusul, jika pemerintah Iran bertindak sesuai ancamannya, yang diumumkan di banyak penjuru dunia, untuk mencoba membunuh Presiden AS yang sedang menjabat, dalam hal ini, saya!," tulis Trump.

Masih dalam unggahan yang sama, Trump juga mengatakan bahwa ia telah memberikan instruksi tersebut dan militer AS siaga untuk menghancurkan Iran sepenuhnya.

(asr)

Add

as a preferred
source on Google